βWarga Terjangkit DBD, Puskesmas Banggae I Lakukan Fogging di Salabose
βMAJENE, Porossulbar.id β UPTD Puskesmas Banggae I Kabupaten Majene melaksanakan pengasapan (fogging) di Lingkungan Salabose, Kelurahan Pangali-ali, Kecamatan Banggae, Minggu (26/7/2026), sebagai langkah cepat mencegah meluasnya penyebaran Demam Berdarah Dengue (DBD) setelah ditemukannya sejumlah kasus di wilayah tersebut.
βKegiatan fogging dimulai pukul 08.00 WITA hingga selesai dengan sasaran rumah-rumah warga dalam radius 100 meter dari kediaman pasien yang terkonfirmasi DBD. Area yang menjadi fokus penyemprotan meliputi bagian depan, belakang, serta sisi kanan dan kiri rumah penderita, sesuai standar pengendalian vektor penyakit.

Pelaksanaan fogging melibatkan tim dari Dinas Kesehatan Kabupaten Majene bersama petugas Puskesmas Banggae I.
βPenyemprotan dilakukan secara menyeluruh dengan menyasar rumah warga, rumah ibadah, sekolah terdekat, selokan, hingga semak-semak yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti.

Koordinator lapangan kegiatan sekaligus Supervisor DBD Dinas Kesehatan Kabupaten Majene, Umar, mengatakan bahwa tim bekerja secara door to door agar seluruh titik yang berpotensi menjadi sarang nyamuk dapat dijangkau.
β”Kami melakukan fogging dari rumah ke rumah, termasuk rumah ibadah, sekolah terdekat, dan semak-semak. kegiatan ini menjadi prioritas untuk memutus rantai penularan DBD di wilayah Salabose,” jelas Umar di sela-sela kesibukannya.

Kepala UPTD Puskesmas Banggae I, dr. Hj. Surijanti Jaddu, menjelaskan bahwa tindakan fogging merupakan tindak lanjut dari hasil penyelidikan epidemiologi yang menunjukkan adanya beberapa kasus DBD serta tingginya populasi nyamuk dewasa di kawasan tersebut.
β”Penanganan ini dilakukan karena ditemukannya beberapa kasus DBD serta populasi nyamuk dewasa yang cukup tinggi. Kegiatan ini bertujuan mencegah terjadinya Kejadian Luar Biasa (KLB) DBD yang lebih luas sehingga perlindungan bagi masyarakat dapat terjamin,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Lingkungan Salabose, Nasrun, mengungkapkan bahwa ada warga Salabose telah terserang DBD dan sempat menjalani perawatan di Puskesmas Banggae I.
ββ”ada warga Salabose yang terkena DBD dan sempat dirawat di puskesmas, Kami sangat mengapresiasi langkah cepat Puskesmas dan Dinas Kesehatan yang langsung melakukan fogging sebagai upaya pencegahan,” katanya.

Sebelum pelaksanaan fogging, petugas Puskesmas Banggae I juga memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai berbagai persiapan yang harus dilakukan agar proses pengasapan berlangsung aman dan efektif.
βPenaggungjawab program DBD Banggae I, Wahyuni, mengimbau warga untuk menutup rapat atau menyimpan bahan makanan di tempat tertutup, mengamankan bayi, anak-anak, ibu hamil, dan lansia ke lokasi yang aman, serta mengeluarkan hewan peliharaan dari rumah selama proses fogging berlangsung.
βSelain itu, masyarakat diminta membuka pintu dan jendela agar asap dapat menjangkau seluruh ruangan, mematikan sementara alat elektronik, menyimpan pakaian di lemari tertutup, menutup rapat tempat penampungan air, serta menggunakan masker selama proses pengasapan.

Pihak Puskesmas menegaskan bahwa fogging hanya bertujuan membasmi nyamuk dewasa sehingga tidak dapat membunuh jentik nyamuk. Oleh karena itu, masyarakat tetap diimbau rutin melaksanakan gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) melalui penerapan 3M Plus, yakni menguras tempat penampungan air, menutup rapat wadah air, mendaur ulang barang bekas yang dapat menampung air, serta berbagai upaya pencegahan lainnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Majene, Dra. Hj. Yuliani, M.Adm.Pemb., mengajak seluruh masyarakat untuk tidak hanya mengandalkan fogging sebagai solusi utama, tetapi juga meningkatkan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan.
β”Fogging merupakan langkah cepat untuk membunuh nyamuk dewasa dan mencegah penyebaran DBD, namun keberhasilannya sangat bergantung pada peran aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan serta rutin melaksanakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN). Kami berharap seluruh warga dapat bergotong royong menghilangkan tempat-tempat yang menjadi sarang berkembang biaknya nyamuk agar kasus DBD di Kabupaten Majene dapat ditekan,” tegas Yuliani.
βMelalui sinergi antara tenaga kesehatan, pemerintah, dan masyarakat, diharapkan penyebaran DBD di Lingkungan Salabose dapat segera dikendalikan sehingga risiko munculnya Kejadian Luar Biasa (KLB) dapat dicegah dan kesehatan masyarakat tetap terjaga.
β

