Penarikan KKN Tematik Literasi Unsulbar di Salabose, Mahasiswa Tinggalkan Kesan Mendalam

Penarikan KKN Tematik Literasi Unsulbar di Salabose, Mahasiswa Tinggalkan Kesan Mendalam
Bagikan berita

MAJENE, Porossulbar.id – Malam Ramah Tamah sekaligus Apresiasi dan Penarikan Mahasiswa KKN Tematik Literasi di lingkungan Salabose Kelurahan Pangali-Ali resmi digelar pada Jumat malam, 7 Agustus 2026. Kegiatan tersebut menjadi penanda berakhirnya masa pengabdian mahasiswa Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) di tengah masyarakat, khususnya di Lingkungan Salabose, Kelurahan Pangali-Ali, Kecamatan Banggae, Kabupaten Majene.

β€ŽHadir dalam kegiatan tersebut Lurah Pangali-Ali Aswil, S.E., Dosen Pembimbing Lapangan Risa Damayanti, S.Kep., Ns., M.Kep., PIC KKN Tematik Literasi Muhammad Wais, S.Farm., serta Kepala Lingkungan Salabose Nasrun T., tokoh agama Muhammad Akil, tokoh pemuda Idham Saharang, tokoh adat Muhammad Gaus, MM., para peserta yang berhasil meraih juara dalam berbagai perlombaan, tamu undangan, serta warga Lingkungan Salabose.


Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan tarian yang di persembahkan mahasiswa KKN literasi Unsulbar, kemudian dilanjutkan dengan penyampaian laporan pertanggungjawaban keuangan panitia lokal selama pelaksanaan berlangsung.

β€ŽKegiatan juga diisi dengan penyampaian kesan dan pesan mahasiswa sebagai bentuk refleksi atas berbagai pengalaman yang diperoleh selama berada di tengah masyarakat.


Selama pelaksanaan KKN, mahasiswa Tematik Literasi Unsulbar menjalankan sejumlah program yang berorientasi pada peningkatan budaya literasi masyarakat. Program tersebut tidak hanya menyasar peningkatan minat baca, tetapi juga diwujudkan melalui berbagai kegiatan pendampingan dan aktivitas sosial yang melibatkan masyarakat secara langsung.


β€ŽKehadiran mahasiswa KKN juga menjadi bagian dari upaya membangun kolaborasi antara perguruan tinggi dengan pemerintah kelurahan dan masyarakat. Interaksi yang terjalin selama masa pengabdian membuat mahasiswa tidak hanya menjalankan program kerja, tetapi juga ikut terlibat dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan.

Salah satu kegiatan yang mendapat perhatian masyarakat adalah pelaksanaan berbagai perlombaan dalam rangka menyemarakkan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Lingkungan Salabose.

β€ŽDalam kegiatan ramah tamah tersebut, penyerahan hadiah kepada para peserta yang berhasil meraih juara dalam berbagai perlombaan turut menjadi bagian dari rangkaian acara. Penyerahan hadiah tersebut menjadi bentuk apresiasi atas partisipasi dan antusiasme masyarakat selama kegiatan berlangsung.


Selain itu, diberikan pula apresiasi dan sertifikat kepada kepala lingkungan yang telah memberikan dukungan terhadap pelaksanaan program KKN. Penghargaan tersebut menjadi bentuk ucapan terima kasih mahasiswa atas sambutan, dukungan, dan kerja sama masyarakat selama masa pengabdian.

β€ŽKetua panitia lokal yang juga Kepala Lingkungan Salabose, Nasrun T., menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh mahasiswa KKN yang telah berkolaborasi dengan pemerintah dan masyarakat dalam menyukseskan berbagai kegiatan.

Menurutnya, keberadaan mahasiswa KKN memberikan warna tersendiri bagi masyarakat, khususnya dalam pelaksanaan berbagai kegiatan sosial dan kemasyarakatan.

β€Žβ€ŽIa secara khusus mengapresiasi keterlibatan mahasiswa dalam menyukseskan rangkaian perlombaan dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Lingkungan Salabose.

β€Žβ€œTerima kasih kepada mahasiswa KKN yang telah berkolaborasi dengan pemerintah dan masyarakat dalam menyukseskan berbagai kegiatan, termasuk pelaksanaan lomba-lomba HUT Kemerdekaan RI di Lingkungan Salabose,” ujarnya.


Suasana haru semakin terasa ketika perwakilan mahasiswa KKN Tematik Literasi, Haryono, menyampaikan pesan dan kesan selama menjalani masa pengabdian di Lingkungan Salabose.


Dalam penyampaiannya, Haryono mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat Lingkungan Salabose yang telah memberikan sambutan hangat sejak mahasiswa pertama kali tiba hingga berakhirnya masa KKN.


Ia mengungkapkan bahwa pengalaman selama berada di tengah masyarakat menjadi bagian penting yang tidak hanya memberikan pembelajaran dalam menjalankan program kerja, tetapi juga membangun hubungan emosional dan kekeluargaan antara mahasiswa dengan warga.


Menurutnya, sejak awal kedatangan mahasiswa telah mendapatkan sambutan yang baik dari Kepala Lingkungan Salabose bersama masyarakat. Keakraban kemudian semakin terbangun melalui berbagai kegiatan bersama, terutama kegiatan yang melibatkan anak-anak dan masyarakat.


Malam ramah tamah tersebut tidak hanya menjadi seremoni penarikan mahasiswa, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat hubungan antara perguruan tinggi dengan masyarakat.

β€ŽBerakhirnya masa KKN diharapkan tidak menjadi akhir dari komunikasi dan silaturahmi yang telah dibangun. Sebaliknya, hubungan tersebut diharapkan dapat terus terjaga melalui berbagai bentuk kerja sama dan kegiatan positif di masa mendatang.


Program literasi yang telah dilaksanakan mahasiswa juga diharapkan dapat memberikan fondasi bagi masyarakat untuk terus membangun budaya membaca dan belajar, terutama bagi generasi muda.


β€ŽKegiatan ditutup dengan penyerahan hadiah kepada para juara lomba, pemberian apresiasi dan sertifikat, serta foto bersama antara mahasiswa KKN, pemerintah kelurahan, tokoh masyarakat, dan warga.

β€ŽMalam tersebut menjadi momen perpisahan yang penuh makna. Para mahasiswa secara resmi ditarik dari lokasi pengabdian, namun berbagai pengalaman, kebersamaan, dan kenangan selama berada di Lingkungan Salabose diharapkan tetap menjadi bagian dari perjalanan mereka.

β€ŽSementara bagi masyarakat, kehadiran mahasiswa KKN diharapkan meninggalkan manfaat yang dapat terus dirasakan, khususnya dalam membangun semangat literasi, kebersamaan, dan partisipasi masyarakat.

β€ŽDengan berakhirnya KKN Tematik Literasi Gelombang II di Kelurahan Pangali-Ali, mahasiswa kembali melanjutkan perjalanan akademiknya di kampus. Namun, nilai-nilai pengabdian, pengalaman bermasyarakat, serta hubungan kekeluargaan yang telah terbangun diharapkan tetap menjadi bekal dan kenangan yang tidak mudah dilupakan.

β€Ž

Ikhsan

No copas bang