ORARI Lokal Majene Perluas Jaringan Komunikasi Radio Amatir, Pasang Radio Pancar Ulang di Gunung Pattumea

βMAJENE, Porossulbar.id β Organisasi Amatir Radio Indonesia (ORARI) Lokal Majene terus berupaya memperkuat jaringan komunikasi radio amatir di wilayah Kabupaten Majene. Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah pemasangan Radio Pancar Ulang (RPU) di Dusun Timbogading Utara, Gunung Pattumea, Desa Betteng, Kecamatan Pamboang, guna memperluas jangkauan komunikasi radio nirkabel yang selama ini masih mengalami keterbatasan di sejumlah wilayah. Minggu 21/6/2026
βPemasangan perangkat RPU tersebut dilakukan oleh sejumlah anggota ORARI Lokal Majene yang tampak bekerja secara kompak dan profesional. Proses instalasi melibatkan tenaga teknis yang memiliki keahlian khusus di bidang komunikasi radio dan perangkat telekomunikasi, sehingga seluruh tahapan pemasangan dapat berjalan dengan baik.

Ketua ORARI Lokal Majene, Abdul Munajat, yang hadir langsung membantu proses pemasangan di lokasi, menjelaskan bahwa keberadaan RPU ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan kualitas komunikasi antaranggota radio amatir sekaligus mendukung kebutuhan komunikasi masyarakat secara lebih luas.
βMenurutnya, selama ini komunikasi radio antara beberapa wilayah di Kabupaten Majene, khususnya antara Kecamatan Banggae, Kecamatan Pamboang dan Kecamatan Sendana, masih sering mengalami kendala akibat kondisi geografis dan keterbatasan jangkauan sinyal radio.

“Tujuan utama pemasangan RPU ini adalah memperluas jaringan komunikasi yang selama ini cukup sulit dilakukan, terutama antara Kecamatan Banggae, kecamatan Pamboang dan Kecamatan Sendana. Alhamdulillah, dengan adanya RPU yang dipasang di Gunung Pattumea ini, komunikasi menuju Kecamatan Pamboang Sendana kini sudah bisa dilakukan dengan lebih baik dan lancar,” ujar Abdul Munajat.
ββIa menambahkan, radio amatir bukan sekadar sarana komunikasi bagi para penghobi radio, tetapi juga memiliki peran yang sangat penting dalam mendukung berbagai kegiatan kemasyarakatan dan kebencanaan.
βDalam kondisi darurat, terutama saat terjadi bencana alam yang menyebabkan jaringan seluler dan internet mengalami gangguan atau lumpuh total, jaringan komunikasi radio amatir kerap menjadi alat utama untuk menyampaikan informasi penting, laporan situasi lapangan, hingga koordinasi proses evakuasi.

“Komunikasi kebencanaan menjadi salah satu fungsi utama radio amatir. Saat infrastruktur komunikasi publik tidak dapat digunakan, radio amatir sering menjadi tulang punggung dan garda terdepan dalam mengirimkan laporan darurat serta membantu koordinasi antarinstansi maupun relawan di lapangan,” jelasnya.
βSelain itu, keberadaan jaringan ORARI juga kerap membantu pemerintah dalam mendukung kelancaran berbagai kegiatan publik dan operasional pemerintahan.
βTidak hanya itu, ORARI juga menjadi wadah edukasi bagi masyarakat yang memiliki minat di bidang elektronika dan teknologi komunikasi. Melalui organisasi ini, para anggota dapat mempelajari berbagai aspek teknik radio, propagasi gelombang, hingga merakit perangkat komunikasi secara mandiri sesuai ketentuan yang berlaku.
β”Radio amatir merupakan sarana belajar yang sangat baik. Anggota dapat mengembangkan kemampuan teknis di bidang elektronika dan komunikasi, sekaligus memperluas wawasan mengenai teknologi radio yang terus berkembang,” tambah Munajat.
βKeunggulan lain dari radio amatir adalah kemampuannya menjangkau komunikasi lintas daerah bahkan hingga antarnegara tanpa bergantung pada layanan telekomunikasi komersial seperti pulsa maupun jaringan internet. Hal ini menjadikan radio amatir sebagai media komunikasi yang unik sekaligus mempererat persahabatan antaranggota di berbagai wilayah dunia.
βSementara itu, Sekretaris ORARI Lokal Majene, Abd Rasak, berharap keberadaan RPU baru tersebut dapat semakin meningkatkan aktivitas komunikasi radio amatir di Kabupaten Majene serta mendorong masyarakat untuk tetap melestarikan penggunaan alat komunikasi yang telah memiliki sejarah panjang tersebut.
β”Radio amatir adalah salah satu sarana komunikasi yang sudah digunakan sejak lama dan hingga saat ini masih sangat bermanfaat. Kami berharap masyarakat Majene dapat terus melestarikan dan mendukung keberadaan komunikasi radio amatir sebagai bagian dari perkembangan teknologi komunikasi yang memiliki nilai strategis,” katanya.
βAbd Rasak juga mengungkapkan bahwa jumlah anggota ORARI Lokal Majene saat ini terus mengalami peningkatan. Tercatat, anggota aktif yang tergabung dalam organisasi tersebut telah mencapai ratusan orang, termasuk anggota yang tergabung dalam komunitas komunikasi amatir radio (CAMAR) yang turut aktif dalam berbagai kegiatan komunikasi dan sosial kemasyarakatan.
βDukungan terhadap pemasangan RPU juga datang dari pemerintah setempat. Kepala Desa Betteng, Sultan, bersama Kepala Dusun Timbogading Utara, Parman, memberikan respons positif terhadap program tersebut dengan memberikan izin pendirian fasilitas RPU di wilayah mereka.
βMenurut mereka, keberadaan perangkat komunikasi tersebut diyakini akan memberikan manfaat besar bagi masyarakat, terutama dalam mendukung kelancaran komunikasi di daerah yang memiliki kondisi geografis berbukit dan sulit dijangkau oleh jaringan komunikasi konvensional.
βDengan beroperasinya Radio Pancar Ulang di Gunung Pattume, ORARI Lokal Majene optimistis jaringan komunikasi radio amatir di Kabupaten Majene akan semakin luas dan kuat. Selain menjadi sarana komunikasi antaranggota, fasilitas tersebut diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam mendukung pelayanan masyarakat, penanggulangan bencana, serta berbagai kegiatan sosial dan kemanusiaan di masa mendatang.
β

