Wakil Bupati Majene Hadiri Pembukaan PENAS XVII di Gorontalo

Bagikan berita

β€ŽGORONTALO, Porossulbar.id – Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, secara resmi membuka Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVII Tahun 2026 di kawasan GORR David-Tony, Limboto, Kabupaten Gorontalo, Sabtu (20/6/2026). Kegiatan berskala nasional tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antara pemerintah, petani, nelayan, penyuluh, akademisi, serta pelaku usaha untuk mendorong kemajuan sektor pertanian dan perikanan Indonesia.

PENAS XVII dijadwalkan berlangsung selama enam hari, mulai 20 hingga 25 Juni 2026, dengan diikuti ribuan peserta dari berbagai provinsi di Indonesia. Kegiatan ini menjadi wadah strategis untuk memperluas jejaring, bertukar pengalaman, meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, sekaligus memperkenalkan inovasi dan teknologi terbaru yang dapat diterapkan dalam pengembangan sektor pertanian dan perikanan nasional.

β€ŽDalam sambutannya, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menegaskan bahwa kemandirian pangan merupakan salah satu program prioritas pemerintahan Presiden yang harus terus diperkuat di tengah dinamika global yang penuh tantangan.


Menurutnya, konflik geopolitik, perang dagang, hingga kebijakan tarif yang terjadi di berbagai negara menjadi pengingat bahwa Indonesia harus mampu memenuhi kebutuhan pangannya secara mandiri tanpa ketergantungan yang berlebihan terhadap negara lain.

β€Žβ€œKemandirian pangan adalah salah satu program prioritas Bapak Presiden. Di tengah konflik geopolitik, perang dagang, dan perang tarif, negara tidak boleh terlalu bergantung pada negara lain,” tegas Gibran di hadapan ribuan peserta PENAS XVII.


Untuk mewujudkan target tersebut, pemerintah terus menjalankan berbagai langkah strategis, mulai dari pengendalian alih fungsi lahan pertanian, peningkatan akses petani terhadap benih unggul dan permodalan, jaminan pasar hasil produksi, menjaga stabilitas harga komoditas, memperkuat sistem pergudangan nasional, hingga memperbaiki mekanisme penyaluran pupuk subsidi agar lebih efisien dan tepat sasaran.

Wakil Presiden juga memberikan apresiasi kepada Kementerian Pertanian yang dinilai berhasil menyederhanakan regulasi distribusi pupuk sehingga manfaatnya semakin dirasakan langsung oleh para petani di berbagai daerah. Selain itu, pemerintah saat ini juga tengah melakukan revitalisasi dan pembangunan sejumlah pabrik pupuk guna meningkatkan kapasitas produksi nasional serta menjamin ketersediaan pupuk bagi kebutuhan sektor pertanian.

β€ŽPada kesempatan tersebut, Gibran turut berdialog langsung dengan perwakilan petani dan nelayan dari berbagai daerah. Sejumlah aspirasi disampaikan, mulai dari kebutuhan perbaikan jaringan irigasi, ketersediaan bahan bakar minyak bagi nelayan, penyediaan fasilitas pengering hasil panen (dryer), hingga pengembangan Rice Milling Unit (RMU) untuk meningkatkan kualitas dan nilai tambah hasil produksi pertanian.

Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Wakil Presiden meminta seluruh kementerian dan lembaga terkait untuk segera mengambil langkah nyata dalam menyelesaikan persoalan yang dihadapi petani dan nelayan.

β€œMasalah-masalah yang disampaikan tadi agar segera ditindaklanjuti. Saya minta Kementerian Pertanian, Kementerian Kelautan dan Perikanan, dan seluruh pihak terkait untuk memberikan solusi secepatnya,” ujarnya.

β€ŽProvinsi Gorontalo sendiri mendapat kehormatan sebagai tuan rumah PENAS XVII setelah ditetapkan oleh Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Nasional. Selama pelaksanaan kegiatan, peserta akan mengikuti berbagai agenda penting seperti temu wicara, rembug utama, pameran pembangunan dan agribisnis, gelar teknologi, demonstrasi inovasi pertanian dan perikanan, studi lapangan, hingga promosi berbagai produk unggulan dari seluruh daerah di Indonesia.

Pembukaan PENAS XVII juga dihadiri sejumlah pejabat tinggi negara, di antaranya Menteri Pertanian RI, Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan RI, anggota DPR RI, Gubernur dan Wakil Gubernur Gorontalo, serta para pejabat kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah dari berbagai provinsi dan kabupaten.

Dari Kabupaten Majene, Wakil Bupati Majene, DR. Hj. A. Ritamariani, M.Pd., turut hadir sebagai bagian dari delegasi Pemerintah Kabupaten Majene dalam rangka mengikuti seluruh rangkaian kegiatan PENAS XVII. Kehadiran tersebut menjadi bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Majene dalam mendukung penguatan sektor pertanian dan perikanan sebagai fondasi pembangunan daerah sekaligus penopang ketahanan pangan nasional.

β€ŽPartisipasi Pemerintah Kabupaten Majene diharapkan dapat membuka peluang kerja sama, memperluas akses terhadap inovasi dan teknologi pertanian, serta memperkuat kapasitas sumber daya manusia di sektor pertanian dan perikanan. Selain itu, momentum PENAS XVII juga menjadi ajang untuk memperkenalkan potensi daerah serta mendorong peningkatan kesejahteraan petani dan nelayan melalui kolaborasi yang lebih luas dengan berbagai pemangku kepentingan.

β€ŽDengan semangat kebersamaan dan inovasi, PENAS XVII Tahun 2026 diharapkan mampu melahirkan berbagai gagasan serta solusi nyata dalam mewujudkan pertanian dan perikanan Indonesia yang lebih maju, mandiri, berdaya saing, dan berkelanjutan demi tercapainya ketahanan pangan nasional.

β€Ž

Ikhsan

No copas bang