Warga Desa Desak Pertamina Buka SPBU Malunda, Harga BBM Eceran Melonjak

Bagikan berita

Majene, Porossulbar.id – Penutupan sementara SPBU Malunda pasca insiden kebakaran berdampak langsung pada masyarakat. Harga bensin eceran di wilayah Malunda kini dikeluhkan warga karena melonjak hingga mencapai Rp15 ribu per liter.

Diketahui , pasca insiden kebakaran, pihak pengelola SPBU telah menyampaikan laporan internal kepada Pertamina. Menindaklanjuti laporan tersebut, Pertamina kemudian menginstruksikan penutupan sementara SPBU Malunda untuk kepentingan evaluasi pasca insiden.

Namun, sejak penutupan yang dimulai sekitar tanggal 20 Januari , hingga kini belum ada kejelasan resmi dari pihak Pertamina terkait kapan SPBU Malunda dapat kembali beroperasi. Kondisi ini memicu keluhan masyarakat, mengingat SPBU tersebut merupakan akses utama pengisian BBM bagi warga di wilayah Malunda dan sekitarnya.

Akibat penutupan tersebut, warga terpaksa membeli BBM eceran dengan harga yang jauh lebih mahal. Sejumlah warga mengaku kesulitan memenuhi kebutuhan BBM harian karena harga eceran yang menembus Rp15 ribu per liter.

Masyarakat mendesak agar Pertamina segera menyelesaikan proses evaluasi dan membuka kembali SPBU Malunda, dengan catatan seluruh operasional telah dipastikan sesuai standar operasional prosedur (SOP) serta aman bagi publik. Warga menilai, selain aspek keselamatan, ketersediaan BBM merupakan kebutuhan mendasar masyarakat.

Secara regulasi, kewajiban penyediaan dan pendistribusian BBM diatur dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi, khususnya Pasal 28 ayat (2) yang menegaskan bahwa pemerintah menjamin ketersediaan dan kelancaran distribusi BBM bagi masyarakat.

Selain itu, peran negara dalam penguasaan sumber daya energi juga ditegaskan dalam Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945, yang menyatakan bahwa cabang-cabang produksi yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara dan dipergunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat.

Pihak media telah berupaya melakukan konfirmasi kepada Pertamina guna memperoleh kejelasan terkait waktu operasional kembali SPBU Malunda. Konfirmasi dilakukan melalui email dan pesan WhatsApp resmi kepada pihak Pertamina. Namun hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan yang diterima. Upaya konfirmasi melalui sambungan telepon belum dapat dilakukan secara optimal karena bertepatan dengan hari libur.

Sementara itu konfirmasi kepada pihak SPBU malunda belum membuahkan hasil ,dikarenakan pihak SPBU malinda engang untuk berkomentar ke media, dan menyarankan untuk konfirmasi kepihak pertamina langsung

Warga berharap Pertamina segera memberikan kepastian dan mengambil langkah cepat agar SPBU Malunda dapat kembali beroperasi, sehingga distribusi BBM kembali normal dan beban masyarakat akibat mahalnya harga BBM eceran dapat segera teratasi.

Ikhsan