Wakil Bupati Majene Ingatkan SPPG Jaga Kualitas Bahan Pangan, Kasus KLB Tubo Sendana Jadi Pembelajaran

Majene, Porossulbar.id – Wakil Bupati Majene, Dr.Rita Mariani yang juga Ketua Tim Satuan Tugas Makanan Bergizi (Satgas MBG) Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, menegaskan kepada seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang telah beroperasi untuk menjaga kualitas bahan pangan sebelum disalurkan kesasaran penerima manfaat didaerahnya.
βPeristiwa Kasus Kejadian Luar Biasa (KLB) yang menimpa SPPG Tubo Sendana merupakan pembelajaran yang diharapkan tidak terulang kembali. Saya minta kepada seluruh mitra MBG untuk berhati-hati dalam menyiapkan bahan pangan. Perhatikan protap atau aturan yang telah ditentukan sehingga program ini berjalan dengan baik,β kata Wakil Bupati Majene Andi Rita Mariani dalam acara komprensi pers hasil uji laboratorium BPOM atas kasus keracunan makanan yang dilakukan di Aula Gedung Kantor Bupati Majene, Rabu, 28/1/2026.

Hadir dalam kesempatan ini diantaranya perwakilan Polres Majene, Perwakilan Dandim Majene, Ketua Komisi 3 DPRD Majene, Dinkes Majene, Koordinator MBG Wilayah Majene, para asisten, Camat Tubo Sendana, Kepala UPTD Puskesmas Sendana Dhua dan sejumlah wartawan lokal di Majene.
Setelah mendapatkan laporan hasil BPOM terkait kisruh KLB yang menimpa SPPG Tubo Sendana maka pemerintah daerah mengharapkan agar persoalan ini menjadi catatan penting untuk mengurangi resiko kasus serupa terulang kembali.
βNasib apes yang menimpa SPPG Tubo Sendana merupakan musibah yang telah menyita perhatian publik. Padahal, SPPG ini telah memiliki kelayakan yang baik untuk memberikan layanan pemenuhan MBG. Adapun hasil evaluasi ini agar tetap menjadi perhatian bagi mitra MBG ,β ucapnya.
Menurut Rita yang juga ketua Satgas menekankan agar mengatur jadwal konsumsi saat menyalurkan MBG ke penerima manfaat baik untuk pelajar maupun sasaran pemenuhan gizi bagi Ibu hamil maupun balita. βSemua aspek harus terpenuhi mulai penyiapan menu masakan, distribusi makanan hingga jadwal konsumsi. Jangan sampai, makanan ini dikonsumsi diluar jadwal sehingga berdampak pada kualitas makanan tak layak konsumsi,β pesannya.
Di tempat yang sama, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Majene, Yuliana Laupe memastikan hasil uji laboratorium BPOM pemicu kasus KLB program MBg yang menimpa SPPG Tubo Sendana.
βAda dua pemicu terjadinya keracunan akibat makanan terkontaminasi bakteri. Kita berharap, kejadian ini tidak terulang kembali,β ujarnya.
Koordinator MBG Wilayah Kabupaten Majene, Fadli menyampaikan permohonan maaf atas kejadian yang terjadi di SPPG Tubo Sendana.
Karena itu kata Fadli, mitra MBG yang telah beroperasi untuk memperhatikan seluruh kelayakan persyaratan operasional sehingga kasus KLB tidak terulang kembali.
βSaat ini SPPG Tubo Sendana masih ditunda untuk melaksanakan kegiatan sebelum memenuhi standar operasional yang ditetapkan.βkatanya.
Namun demikian kata dia, seluruh SPPG tetap diberikan kesempatan untuk melakukan pelayanan dengan catatan semua aspek kelayakan telah terpenuhi.
