Shalat Ghaib untuk Almarhum Wakil Gubernur Sulbar Digelar 1-3 Februari

Bagikan berita

MAMUJU, Porossulbar.id β€” Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat melalui Sekretariat Daerah secara resmi mengeluarkan himbauan duka cita atas wafatnya Wakil Gubernur Sulawesi Barat, almarhum Mayjen TNI (Purn) Salim S. Mengga. Himbauan tersebut tertuang dalam surat bernomor B-400.8.2.3/51/1/2026/SETDA tertanggal 31 Januari 2026, yang ditujukan kepada seluruh umat Islam di wilayah Provinsi Sulawesi Barat.

Dalam surat tersebut, Pemprov Sulbar mengajak seluruh pengurus masjid dan mushallah, serta umat Islam pada umumnya, untuk melaksanakan Shalat Ghaib sebagai bentuk penghormatan terakhir dan ungkapan doa bersama atas kepergian almarhum yang semasa hidupnya dikenal sebagai sosok pemimpin, patriot, dan pengabdi negara.

Shalat Ghaib diimbau untuk dilaksanakan selama tiga hari, mulai Minggu hingga Selasa, 01–03 Februari 2026, dan dapat dilakukan setelah pelaksanaan Shalat Fardu di masing-masing masjid atau mushallah di seluruh wilayah Sulawesi Barat.

Pelaksanaan ini diharapkan dapat dilakukan secara serentak dan khidmat sebagai wujud solidaritas dan duka mendalam dari masyarakat Sulbar.

Selain pelaksanaan Shalat Ghaib, Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Barat juga mengimbau agar kegiatan tersebut disertai dengan doa bersama, memohon kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala agar almarhum diberikan tempat terbaik di sisi-Nya, serta seluruh amal ibadahnya diterima dan diampuni segala khilafnya.

Tak hanya itu, doa juga dipanjatkan agar keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan, kekuatan, dan keikhlasan dalam menghadapi cobaan ini.

Kehilangan sosok Mayjen TNI (Purn) Salim S. Mengga dinilai bukan hanya dirasakan oleh keluarga, tetapi juga oleh seluruh masyarakat Sulawesi Barat yang mengenal dedikasi dan pengabdiannya selama ini.

Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Barat, Junda Maulana, dalam keterangannya menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya atas perhatian, kepedulian, dan partisipasi seluruh umat Islam serta pengurus masjid dan mushallah dalam melaksanakan himbauan tersebut.

β€œSemoga doa-doa yang dipanjatkan menjadi amal jariyah dan memberikan ketenangan bagi almarhum serta kekuatan bagi keluarga yang ditinggalkan,” demikian disampaikan dalam himbauan resmi tersebut.

Pemprov Sulbar berharap, melalui pelaksanaan Shalat Ghaib dan doa bersama ini, semangat persaudaraan, kebersamaan, serta nilai-nilai keagamaan di tengah masyarakat Sulawesi Barat semakin terjaga, khususnya dalam momentum duka yang mendalam ini.

Ikhsan