RSUD Majene Gelar Monitoring dan Evaluasi Manajemen Risiko, Perkuat Tata Kelola

MAJENE, Porossulbar.id β Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Majene terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Salah satu langkah yang dilakukan adalah dengan menyelenggarakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi Manajemen Risiko yang dilaksanakan pada 4 Maret 2026 di Aula RSUD Majene. Kegiatan tersebut berlangsung dengan lancar dan diikuti oleh jajaran manajemen serta tenaga kesehatan di lingkungan rumah sakit.
Kegiatan ini mendapat pendampingan langsung dari Tim Perwakilan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Sulawesi Barat, yang memberikan arahan dan masukan strategis terkait penerapan manajemen risiko dalam tata kelola rumah sakit.

Pendampingan ini bertujuan untuk memperkuat sistem pengelolaan organisasi, sekaligus memastikan bahwa setiap proses pelayanan berjalan sesuai dengan prinsip akuntabilitas dan transparansi.
Direktur RSUD Majene, Rusdi Hamid, SKM., MARS, menyampaikan bahwa kegiatan monitoring dan evaluasi tersebut merupakan bagian penting dari komitmen rumah sakit dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan yang aman dan profesional.
Menurutnya, penerapan manajemen risiko yang baik sangat diperlukan dalam pengelolaan rumah sakit, mengingat pelayanan kesehatan memiliki berbagai potensi risiko yang harus diidentifikasi, dianalisis, dan dikelola secara tepat agar tidak berdampak pada keselamatan pasien maupun kualitas pelayanan.

βMelalui kegiatan monitoring dan evaluasi ini, kami ingin memastikan bahwa seluruh sistem manajemen risiko di RSUD Majene berjalan dengan baik. Pendampingan dari BPKP Provinsi Sulawesi Barat tentu menjadi masukan yang sangat berharga bagi kami dalam memperkuat tata kelola rumah sakit,β ujar Rusdi Hamid.
Ia menjelaskan bahwa manajemen risiko tidak hanya berkaitan dengan aspek administrasi dan pengelolaan keuangan, tetapi juga mencakup berbagai aspek pelayanan medis, keselamatan pasien, hingga pengelolaan sumber daya manusia.
Dengan adanya evaluasi secara berkala, diharapkan setiap potensi risiko yang mungkin terjadi dalam proses pelayanan dapat diantisipasi sejak dini. Hal ini penting agar rumah sakit dapat memberikan pelayanan yang optimal kepada masyarakat.
Rusdi juga menegaskan bahwa kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk BPKP, merupakan langkah strategis dalam membangun sistem manajemen yang lebih baik di lingkungan rumah sakit.
βKolaborasi ini diharapkan dapat terus mendukung RSUD Majene dalam upaya mewujudkan pelayanan kesehatan yang aman, akuntabel, dan benar-benar berorientasi pada kepentingan pasien,β jelasnya.
Selain itu, kegiatan monitoring dan evaluasi ini juga menjadi momentum bagi seluruh jajaran RSUD Majene untuk meningkatkan pemahaman serta komitmen dalam menerapkan prinsip manajemen risiko dalam setiap aktivitas kerja.
Tim dari BPKP Provinsi Sulawesi Barat dalam kesempatan tersebut juga memberikan berbagai rekomendasi dan masukan terkait penguatan sistem pengawasan internal, pengendalian risiko, serta peningkatan efektivitas tata kelola organisasi di lingkungan rumah sakit.
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan RSUD Majene dapat terus meningkatkan standar pelayanan kesehatan serta memperkuat sistem manajemen yang profesional dan berintegritas.
RSUD Majene sendiri merupakan salah satu fasilitas pelayanan kesehatan utama di Kabupaten Majene yang memiliki peran penting dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
Oleh karena itu, peningkatan kualitas tata kelola dan manajemen risiko menjadi langkah penting untuk memastikan pelayanan yang diberikan tetap berkualitas, aman, dan terpercaya.
Ke depan, manajemen RSUD Majene berkomitmen untuk terus melakukan berbagai upaya perbaikan dan inovasi dalam sistem pelayanan kesehatan, sehingga dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat Majene dan sekitarnya.
