Pimpinan PSC 119 Majene Ajak Masyarakat Peduli Kasus Bayi Azhan yang Butuh Perawatan Spesialis

MAJENE, Porossulbar.id β Kepedulian terhadap pelayanan kesehatan dan kondisi sosial masyarakat kembali ditunjukkan oleh Pimpinan PSC 119 Majene, Aslan Sidang. Sosok yang selama ini dikenal aktif dalam pelayanan kegawatdaruratan itu dinilai patut diacungi jempol atas dedikasinya, tidak hanya dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan, tetapi juga dalam mendorong kepedulian sosial dan kebersihan lingkungan di Kabupaten Majene.
Sebagai pimpinan Public Safety Center (PSC) 119 Majene, Aslan Sidang dikenal responsif terhadap berbagai persoalan darurat kesehatan masyarakat.
PSC 119 sendiri merupakan layanan kegawatdaruratan yang menjadi garda terdepan dalam penanganan pasien sebelum dirujuk ke fasilitas kesehatan yang lebih lengkap.

Namun, perhatian Aslan tidak berhenti pada tugas formal semata. Ia juga menunjukkan kepedulian mendalam terhadap kondisi sosial warga yang kurang mampu, terutama mereka yang tengah berjuang menghadapi persoalan kesehatan serius.
Kepedulian tersebut tampak dalam kasus seorang bayi berusia 7 bulan bernama Azhan, warga Desa Pundau, Kecamatan Sendana, Kabupaten Majene. Bayi tersebut saat ini tengah menjalani perawatan intensif di RSUD Hajjah Andi Depu akibat gangguan pada bagian otaknya.
Menurut informasi yang dihimpun, kondisi Azhan cukup memprihatinkan. Bagian kiri kepalanya dilaporkan sudah dalam kondisi lembek, yang mengindikasikan gangguan serius dan membutuhkan penanganan medis lanjutan. Dokter menyarankan agar bayi tersebut segera dirujuk ke rumah sakit di Makassar guna mendapatkan penanganan spesialis yang lebih memadai.
Azhan merupakan anak kandung dari Firdawati, keluarga yang diketahui berada dalam kondisi ekonomi kurang mampu atau berada di desil satu. Jika rujukan ke Makassar, beban biaya hidup selama masa perawatan yang diperkirakan berlangsung cukup lama tentu jadi beban biaya hidupnya
Aslan Sidang menyampaikan harapannya agar seluruh elemen masyarakat Majene turut peduli terhadap kondisi Azhan. Ia menekankan bahwa persoalan kesehatan, terlebih yang menimpa anak-anak, adalah tanggung jawab bersama.
βKita berharap ada perhatian khusus dari pemerintah daerah, dinas terkait, serta seluruh masyarakat Majene. Anak ini sangat membutuhkan pertolongan. Jika tidak segera dirujuk, kondisinya bisa semakin parah,β ungkapnya.
Ia juga mendorong agar instansi terkait, termasuk dinas sosial dan dinas kesehatan, segera mengambil langkah konkret untuk memastikan proses rujukan berjalan lancar serta kebutuhan keluarga selama di Makassar dapat terbantu.
Menurutnya, solidaritas sosial masyarakat Majene selama ini dikenal cukup tinggi. Karena itu, ia optimistis jika semua pihak bergerak bersama, beban keluarga Azhan dapat diringankan.
Secara pribadi dirinya mengaku segera mengkomunikasikan di lingkup keluarganya untuk meringankan beban keluarga Azhan.
“Saya pribadi bersama keluarga akan memberikan santunan sesuai kemampuan kami untuk sedikit meringankan beban hidup keluarga Azhan”.
Selain fokus pada pelayanan kesehatan, Aslan juga aktif mengajak masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan di Kabupaten Majene. Ia menilai, kesehatan dan kebersihan merupakan dua hal yang tidak bisa dipisahkan.
βLingkungan yang bersih adalah bagian dari upaya pencegahan penyakit. Ini juga bentuk kepedulian kita terhadap sesama,β tegasnya.
Langkah nyata dan kepedulian sosial yang ditunjukkan pimpinan PSC 119 Majene ini pun menuai apresiasi dari berbagai kalangan. Di tengah berbagai keterbatasan, komitmen untuk tetap hadir dan peduli terhadap masyarakat kecil menjadi teladan yang patut diapresiasi.
Kini, harapan besar tertuju pada perhatian pemerintah daerah dan dukungan masyarakat luas agar Azhan bisa segera mendapatkan penanganan medis terbaik di Makassar dan memperoleh kesempatan untuk tumbuh sehat seperti anak-anak lainnya.
