Pencegahan Adalah Benteng Pertahanan Kesehatan Terbaik, Puskesmas Malunda Gencarkan Deteksi Dini

Bagikan berita

Majene, Porossulbar.id – Upaya pencegahan terus menjadi fokus utama Puskesmas Malunda dalam menekan penyebaran penyakit menular, khususnya Tuberkulosis (TBC). Melalui kegiatan investigasi kontak dan pengambilan sampel langsung kepada masyarakat berisiko, petugas kesehatan turun langsung ke Dusun Jolengmea, Desa Maliaya, serta Desa Mekkata, Kamis (12/2/2026).

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari strategi deteksi dini guna memutus mata rantai penularan TBC di tengah masyarakat.

Langkah proaktif ini menyasar keluarga maupun kerabat yang tinggal serumah dengan pasien TBC atau yang dikenal sebagai kasus indeks.

Salah satu staf Puskesmas Malunda menjelaskan bahwa pencegahan merupakan benteng pertahanan kesehatan terbaik, terutama dalam menghadapi penyakit menular seperti TBC.

β€œPuskesmas berupaya agar orang yang sehat tetap sehat, khususnya dari ancaman penyakit menular seperti TBC. Kali ini petugas kami melakukan pengambilan sampel langsung kepada masyarakat berisiko di Dusun Jolengmea dan Desa Mekkata. Langkah ini diambil untuk memastikan tidak ada mata rantai penularan yang terlewat,” ujarnya.

Menurutnya, investigasi kontak menjadi langkah penting dalam menemukan kasus TBC laten, yakni kondisi ketika seseorang sudah terinfeksi bakteri TBC namun belum menunjukkan gejala.

Jika tidak terdeteksi, kasus laten berpotensi berkembang menjadi TBC aktif dan menularkan kepada orang lain.

Adapun tujuan utama kegiatan tersebut antara lain menemukan kasus baru atau TBC laten sedini mungkin, mencegah penularan lebih luas di lingkungan sekitar, serta memberikan Terapi Pencegahan TBC (TPT) bagi masyarakat yang sehat namun memiliki risiko tinggi terpapar.

Bagi yang terkonfirmasi terinfeksi, pengobatan akan segera diberikan sesuai standar medis.

Petugas kesehatan juga menekankan pentingnya dukungan masyarakat dalam upaya eliminasi TBC. Stigma terhadap penderita TBC dinilai masih menjadi tantangan tersendiri di lapangan.

β€œIngat, TBC bukan aib. TBC adalah penyakit yang bisa diobati sampai tuntas. Kami berharap masyarakat tidak takut untuk diperiksa dan mendukung petugas kesehatan yang turun langsung ke lapangan,” tambahnya.

Program ini merupakan bagian dari komitmen Puskesmas Malunda dalam mendukung target eliminasi TBC nasional.

Dengan pendekatan aktif melalui skrining dan investigasi kontak, diharapkan kasus-kasus tersembunyi dapat segera ditemukan dan ditangani sebelum menyebar lebih luas.

Puskesmas Malunda juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berperan aktif dalam menjaga kesehatan lingkungan, menerapkan pola hidup bersih dan sehat, serta segera memeriksakan diri jika mengalami gejala seperti batuk lebih dari dua minggu, demam berkepanjangan, penurunan berat badan, atau keringat malam.

Melalui kolaborasi antara tenaga kesehatan dan masyarakat, upaya eliminasi TBC bukanlah hal yang mustahil untuk diwujudkan. Semangat Malunda Sehat terus digaungkan sebagai wujud komitmen bersama dalam membangun masyarakat yang lebih sehat dan bebas TBC.

Ikhsan