DPD APPMBGI Majene Berharap Pengelola SPPG Bangun Kemitraan dengan Media Lokal

MAJENE, Porossulbar.id β Ketua Dewan Pengurus Daerah Asosiasi Pengusaha dan Pengelola Dapur Makanan Bergizi Gratis Indonesia (DPD APPMBGI) Tingkat II Kabupaten Majene, Suardi, S.Ag., M.Pd., berharap agar para pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Majene dapat membangun pola kemitraan strategis dengan media lokal di daerah.
Harapan tersebut disampaikan Suardi dalam rapat koordinasi bersama sejumlah pengelola SPPG yang digelar di Cafe Dapur Bunda, Majene, Selasa (03/03/2026).
Dalam pertemuan itu, Suardi menekankan pentingnya peran media lokal di tengah derasnya arus transformasi digital yang berkembang pesat saat ini.

Menurutnya, era digital menghadirkan tantangan sekaligus peluang besar bagi berbagai sektor, termasuk dalam pelaksanaan program pemenuhan gizi masyarakat. Di era ini, teknologi informasi dan komunikasi telah menjadi bagian integral dari kehidupan manusia, di mana informasi dapat diakses dan disebarluaskan secara cepat melalui berbagai perangkat digital seperti komputer, telepon pintar, dan tablet.
βDi era teknologi digital sekarang ini menjadi tantangan tersendiri yang harus disikapi secara bijak. Informasi begitu cepat beredar. Karena itu, pengelola SPPG hendaknya memanfaatkan kemitraan dengan media online lokal agar informasi yang sampai ke masyarakat tetap akurat dan terpercaya,β ujar Suardi.
Ia menambahkan, perkembangan teknologi yang pesat telah mengubah cara masyarakat bekerja, berkomunikasi, dan berinteraksi. Transformasi digital membuka peluang besar dalam dunia bisnis, pendidikan, hingga kehidupan sosial, namun di sisi lain juga menimbulkan risiko penyebaran disinformasi yang tidak bisa diabaikan.
Suardi menyebutkan bahwa di Kabupaten Majene saat ini telah terbentuk puluhan SPPG, baik yang telah beroperasi maupun yang masih dalam tahap persiapan. Dengan jumlah yang cukup signifikan tersebut, menurutnya, dibutuhkan pola komunikasi publik yang terstruktur dan profesional.
βSaya rasa di Majene ini telah terbentuk puluhan SPPG, baik yang sudah beroperasi maupun sementara persiapan. Pola kemitraan dengan media lokal sangat penting untuk menghindari disinformasi digital atau penyebaran informasi palsu yang seringkali didorong oleh algoritma media sosial yang lebih memprioritaskan sensasi daripada kebenaran,β tegasnya.
Lebih lanjut, Suardi menjelaskan bahwa kemitraan dengan media lokal tidak hanya berfungsi sebagai sarana publikasi kegiatan, tetapi juga sebagai bentuk transparansi kepada masyarakat terkait pelaksanaan program pemenuhan gizi. Dengan adanya pemberitaan yang berimbang dan faktual, masyarakat dapat memahami secara utuh tujuan dan manfaat dari keberadaan SPPG.
Ia juga menegaskan bahwa DPD APPMBGI Majene hadir sebagai wadah silaturahmi sekaligus forum koordinasi bagi para pengelola SPPG. Organisasi ini, kata dia, berkomitmen untuk mendukung program pemerintah dalam meningkatkan kualitas gizi anak-anak sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia yang unggul.
βPengelola SPPG adalah pejuang kemanusiaan. Kita turut mendukung program prioritas nasional dalam pemenuhan gizi anak-anak. Karena itu, sinergi dengan berbagai pihak, termasuk media, sangat dibutuhkan agar program ini berjalan efektif dan tepat sasaran,β ungkapnya.
Suardi memahami bahwa dalam rapat koordinasi tersebut belum seluruh pengelola SPPG dapat hadir. Namun ia optimistis ke depan asosiasi ini akan mampu merangkul seluruh SPPG yang ada di Majene untuk bersinergi dan berkolaborasi dalam menyukseskan program pemenuhan gizi bagi anak-anak.
Ia berharap, melalui kemitraan yang kuat antara pengelola SPPG dan media lokal, informasi mengenai program, capaian, serta tantangan di lapangan dapat tersampaikan secara terbuka kepada publik, sehingga kepercayaan masyarakat terhadap program pemenuhan gizi semakin meningkat.
βKe depan, kami berharap seluruh SPPG dapat bergabung dan bekerjasama dalam satu visi untuk mendukung dan menyukseskan program pemenuhan gizi bagi anak-anak kita di Majene,β pungkasnya. (admin)
