Camat Sendana dan Kades Pundau Siap Bantu Balita 7 Bulan Penderita Gangguan Otak, Butuh Dukungan Rujukan ke Makassar

Bagikan berita

Majene, Porossulbar.id – Camat Sendana, Nardi, S.Pd., membenarkan bahwa seorang balita bernama Izham (7 bulan), anak kandung dari Firdawati, merupakan warganya yang saat ini tengah menjalani perawatan intensif di RSUD Hajjah Andi Depu, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat.

Sebelumnya, Izham sempat dirawat di RSUD Majene. Namun, karena kondisi kesehatannya yang membutuhkan penanganan lebih lanjut, pihak medis akhirnya merujuknya ke RSUD Hajjah Andi Depu. Berdasarkan hasil pemeriksaan dokter, Izham mengalami gangguan pada bagian otak yang menyebabkan kondisi kepala bagian kirinya melembek dan memerlukan penanganan spesialis.

Izham diketahui berdomisili di Dusun Ka’nai, Desa Pundau, Kecamatan Sendana, Kabupaten Majene. Kondisi keluarga yang tergolong kurang mampu, bahkan masuk kategori desil 1 (keluarga dengan tingkat kesejahteraan paling rendah), membuat situasi ini semakin memprihatinkan.

Saat ini, Izham masih menjalani perawatan di RSUD Hajjah Andi Depu. Namun, dokter yang menangani menyarankan agar Izham segera dirujuk ke rumah sakit di Makassar guna mendapatkan penanganan medis yang lebih lengkap dan spesialis.

Meski biaya pengobatan ditanggung oleh BPJS Kesehatan, pihak keluarga belum dapat memenuhi rujukan tersebut karena terkendala biaya hidup selama berada di Makassar, seperti kebutuhan makan, tempat tinggal sementara, serta kebutuhan pendamping pasien.

Firdawati, ibu kandung Izham, sangat berharap adanya uluran tangan dari berbagai pihak agar anaknya bisa segera mendapatkan penanganan lanjutan demi kesembuhan dan masa depan sang buah hati.

Mendengar kondisi warganya tersebut, Camat Sendana, Nardi, S.Pd., menyatakan keprihatinan mendalam. Saat dikonfirmasi melalui sambungan WhatsApp, Jumat (27/2/2026), ia menegaskan akan turun tangan secara pribadi untuk membantu meringankan beban keluarga Izham.

β€œSaya membenarkan bahwa Izham adalah warga Kecamatan Sendana. Secara pribadi, saya akan membantu semampu saya untuk meringankan beban keluarga. Saya juga akan menginstruksikan kepada kepala desa dan instansi terkait di bawah naungan kami agar bisa ikut memberikan bantuan,” ujar Nardi.

Ia berharap adanya kolaborasi dari berbagai elemen, baik pemerintah desa, kecamatan, maupun masyarakat luas untuk bersama-sama membantu keluarga yang sedang dalam kesulitan tersebut.

Senada dengan Camat Sendana, Kepala Desa Pundau, Suharman, juga membenarkan bahwa Izham adalah warganya dan berasal dari keluarga kurang mampu dengan kategori desil 1.

β€œIzham memang warga kami di Dusun Ka’nai. Kondisi keluarganya memang kurang mampu. Kami sangat prihatin dengan apa yang dialami,” kata Suharman saat dikonfirmasi melalui telepon WhatsApp, Jumat (27/2/2026).

Ia menyampaikan bahwa pihak desa akan berupaya memberikan bantuan semampunya, meski mengakui bahwa kondisi dana desa tahun ini sangat terbatas.

β€œDana desa tahun ini sangat kurang, tetapi kami akan mengupayakan bantuan yang bisa sedikit meringankan beban keluarga. Selain itu, kami juga akan menyampaikan kepada masyarakat agar bisa memberikan bantuan secara ikhlas sesuai kemampuan masing-masing,” tambahnya.

Kisah Izham menjadi potret nyata perjuangan keluarga kurang mampu dalam menghadapi ujian kesehatan yang berat. Di usia yang masih sangat belia, ia harus berjuang melawan gangguan serius pada bagian otaknya.

Dengan adanya dukungan dari pemerintah kecamatan dan desa, diharapkan proses rujukan ke Makassar dapat segera terlaksana. Namun, besar harapan keluarga agar para dermawan, komunitas sosial, dan masyarakat luas dapat turut serta membantu, khususnya untuk kebutuhan biaya hidup selama proses pengobatan lanjutan.

Solidaritas dan kepedulian bersama diharapkan mampu membuka jalan kesembuhan bagi Izham, agar ia dapat tumbuh dan berkembang sebagaimana anak-anak seusianya.

Ada pun nomor rekening dana yang dilampirkan 082134096937 atas nama Firdawati, atas bantuannya diucapkan terimakasih.

Ikhsan