Bayi 7 Bulan Asal Sendana Derita Gangguan , Keluarga Harapkan Uluran Tangan

MAJENE, Porossulbar.id β Seorang bayi berusia tujuh bulan asal Desa Pundau, Kecamatan Sendana, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, saat ini tengah berjuang melawan penyakit serius yang menyerang bagian otaknya. Bayi tersebut bernama Muh. Izhan, anak kandung dari Firdawati.
Muh. Izhan kini menjalani perawatan medis di RSUD Hajjah Andi Depu setelah sebelumnya sempat mendapatkan penanganan di RSUD Majene dan akhirnya dirujuk karena keterbatasan penanganan medis.
Menurut keterangan ibunda Muh. Izhan, Firdawati, saat dikonfirmasi melalui sambungan WhatsApp pada Kamis malam (26/2/2026), kondisi anaknya awalnya tampak normal meski lahir dalam keadaan prematur.
βAnak saya waktu dilahirkan memang prematur karena tidak cukup bulan, tapi tidak ada kelainan di bagian kepalanya. Normal seperti bayi biasanya,β ujar Firdawati.
Namun, memasuki usia empat bulan, keluarga mulai menyadari adanya perubahan pada bagian kepala sang bayi yang terlihat membesar. Kondisi tersebut terus berlanjut hingga usia tujuh bulan tanpa ada perubahan signifikan.
Merasa khawatir, keluarga kemudian membawa Muh. Izhan ke RSUD Majene pada Senin (23/2/2026). Setelah menjalani pemeriksaan awal, pihak rumah sakit merujuknya ke RSUD Hajjah Andi Depu di Kabupaten Polewali Mandar untuk penanganan lebih lanjut.
βSetelah dua hari di Polman baru ada hasil pemeriksaan. Ternyata anak saya mengalami gangguan di bagian otaknya, sehingga bagian kiri kepalanya lembek,β jelas Firdawati dengan nada sedih.
Dokter di Polewali Mandar, lanjutnya, menyampaikan bahwa kondisi tersebut berkaitan dengan gangguan otak yang membutuhkan penanganan khusus dan proses medis jangka panjang. Karena keterbatasan fasilitas dan risiko penanganan, pihak rumah sakit menyarankan agar Muh. Izhan dirujuk ke Makassar untuk mendapatkan perawatan yang lebih lengkap.
Meski biaya pengobatan ditanggung melalui program BPJS Kesehatan, keluarga menghadapi kendala besar dari sisi ekonomi, terutama untuk biaya hidup selama berada di Makassar nantinya.
βKalau untuk pengobatan memang ditanggung BPJS gratis, tapi kami terkendala biaya hidup di Makassar. Suami saya tidak punya pekerjaan tetap,β ungkap Firdawati.
Kondisi tersebut membuat keluarga kecil ini berharap adanya perhatian dan bantuan dari para dermawan, pemerintah, maupun pihak terkait lainnya untuk meringankan beban selama proses pengobatan sang buah hati.
Firdawati mengaku hanya ingin melihat anaknya kembali sehat dan dapat tumbuh seperti anak-anak lainnya. Ia berharap ada uluran tangan yang dapat membantu kebutuhan selama mendampingi Muh. Izhan menjalani proses medis yang diperkirakan berlangsung cukup lama.
Saat ini, Muh. Izhan masih berada dalam pengawasan tim medis sambil menunggu proses rujukan lanjutan ke Makassar. Pihak keluarga terus berupaya mencari jalan terbaik demi keselamatan dan kesembuhan sang bayi.
Kisah Muh. Izhan menjadi potret perjuangan keluarga kurang mampu dalam menghadapi cobaan kesehatan yang berat. Harapan kini tertuju pada kepedulian berbagai pihak agar langkah pengobatan dapat berjalan lancar tanpa terkendala biaya kebutuhan sehari-hari.
