Lomba Sandeq Segitiga di Sendana Diikuti 48 Perahu, Grup C Dilanjutkan Besok
MAJENE, Porossulbar.id β Perairan Pantai Limbua Sendana, Kecamatan Sendana, Kabupaten Majene, bergemuruh oleh semangat bahari, Sabtu (5/9/2026). Lomba Sandeq Segitiga resmi dimulai dan mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat yang memadati kawasan pesisir.
βAjang yang mengangkat warisan sejarah dan budaya Mandar tersebut digelar melalui kolaborasi Lamboriq Community bersama para pemuda Sendana.

βPembukaan kegiatan dihadiri Ketua Asosiasi Sandeq Kabupaten Majene yang juga Wakil Ketua DPRD Majene, Abdul Wahab, S.H., Camat Sendana Nardi, S.Pd., Anggota DPRD Majene, Kasat Polair Polres Majene, Kapolsek Sendana Iptu Bafruddin Pambabu, S.H., Danramil 1401-03/Sendana Kapten Inf Wardi, serta Kepala Puskesmas Sendana 1 Erwin, S.Kep., Ns.
βDukungan komunikasi selama perlombaan turut diperkuat ORARI Lokal Majene. Ketua ORARI Lokal Majene Abdul Munajat, S.E., M.M. (YG8GOR), menerbitkan surat tugas kepada enam personel untuk melaksanakan Dukungan Komunikasi (Dukom).

Tim tersebut dikoordinatori Muhammad Syarif, S.E. (YF8CWL), bersama Muh. Syarif Saleh, S.IP. (YF8HK), Junaid S. (YG8FX), Muhammad Rahmat (YG8AIJ), Tasman (YG8AED), dan Irwan (YG8AKJ).

Camat Sendana Nardi, S.Pd., saat membuka kegiatan menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat. Ia menilai Lomba Sandeq Segitiga bukan hanya menjadi sarana melestarikan budaya bahari Mandar, tetapi juga mampu menggerakkan perekonomian masyarakat.
βMenurutnya, meningkatnya jumlah pengunjung selama kegiatan memberikan dampak positif bagi pelaku UMKM yang berjualan di sepanjang kawasan pantai.

Nardi juga mengimbau masyarakat, peserta, dan penonton untuk bersama-sama menjaga keamanan, ketertiban serta keselamatan selama perlombaan berlangsung.
ββTahun ini, sebanyak 48 perahu Sandeq ambil bagian dalam kompetisi. Peserta berasal dari sejumlah wilayah, termasuk Kabupaten Majene sebagai tuan rumah dan Kabupaten Polewali Mandar.

Untuk pelaksanaan babak penyisihan, peserta dibagi ke dalam tiga grup, yakni Grup A, Grup B, dan Grup C. Masing-masing grup memperebutkan lima tiket menuju babak berikutnya.
βGrup A terdiri dari 16 perahu yakni: Lubah Putih Mandar, Cahaya Tasbih, Cahaya Ulang Mesa, Cahaya Pammase, Putri Tunggal, Kuda Laut, Air Mancur, Teluk Mandar, Cahaya Pilot, Sinar Pancasona, Pesona Ratu Danggae, Kilat Al-Sudais, Chelsea 99, Cahaya Zikir, Sahabat Padi 2, dan Sinar Pasifik.
βPada penyisihan Grup A, lima perahu yang berhasil lolos adalah :
1.Cahaya Pammase
2.Cahaya Zikir.
3.Air Mancur 2
4.Teluk Mandar
5.Kilat Al-Sudais
βSementara pada penyisihan Grup B, persaingan berlangsung ketat. Bahkan, salah satu perahu peserta mengalami kecelakaan di tengah laut akibat kondisi perlombaan dan dinamika gelombang serta angin. Namun, insiden tersebut berhasil ditangani oleh tim pengamanan dan evakuasi sehingga perlombaan dapat dilanjutkan.
ββDi Grup B juga terdiri dari 16 perahu yakni : GMI, Pelita Alam Minakarya, Berkah Sahabat Padi, Lamboriq, Lanterana Sendana, Afrah Sang Maha Raja, Mesa Kanne, Sapina Tunaja, Kun Payakun, GWK, Panrita Lopi, Buah Mandar, Rua Piolo AW, Sinar Berlian, Annur, dan Al-Buraq.
βLima perahu yang memastikan diri lolos dari Grup B yakni :
1.Berkah Sahabat Padi
2.Garuda Wisnu Kencana (GWK)
3.Kun Fayakun
4.Al-Buraq
5.LamboriQ
βSedangkan penyisihan Grup C belum dapat diselesaikan pada Sabtu. Panitia memutuskan menjadwalkan ulang pertandingan setelah terjadi miskomunikasi di area perlombaan.
βBerdasarkan keterangan panitia, penyisihan Grup C akan dilanjutkan pada Minggu (6/9/2026) pukul 08.00 WITA. Yakni :
βNurmadinah, Ratu Sendana, Anging Mammiri, Bismillah, Paraita, Jazirah Mandar, Achilles, Langit Biru, Cahaya Alfatih, Bungasna Somba, Bura Sendana, Walet Bahari Sejati, Qudrat Iradah, Bannang Pute, Palapa Karema, Anutta.
βSetelah itu, kegiatan langsung dilanjutkan dengan babak final untuk menentukan juara Lomba Sandeq Segitiga.
Perhelatan tersebut diharapkan tidak hanya menjadi ajang kompetisi para pasesandeq, tetapi juga menjadi momentum memperkuat pelestarian budaya bahari Mandar sekaligus mendorong geliat ekonomi masyarakat pesisir di Kabupaten Majene.
β

