Perkuat Transformasi Layanan Primer Melalui Rapat Koordinasi Tim Pembina Posyandu

βMAJENE, Porossulbar.id β Dinas Kesehatan Kabupaten Majene terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat pelayanan kesehatan dasar kepada masyarakat melalui pelaksanaan Rapat Koordinasi Tim Pembina Posyandu yang digelar pada Rabu (24/6/2026) di Aula Davina Inn, Majene. Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 08.00 WITA hingga selesai tersebut menjadi bagian penting dalam upaya mengoptimalkan pelaksanaan Transformasi Layanan Primer (TLP) yang saat ini menjadi program prioritas Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
βRapat koordinasi ini menghadirkan berbagai unsur pemerintah daerah, tenaga kesehatan, serta pemangku kepentingan lintas sektor yang memiliki peran strategis dalam mendukung keberhasilan transformasi pelayanan kesehatan hingga ke tingkat desa dan kelurahan.

Berdasarkan surat undangan bernomor B.400.7.1/623/VI/2026 tertanggal 22 Juni 2026, Transformasi Layanan Primer merupakan salah satu agenda besar Kementerian Kesehatan yang bertujuan memperkuat layanan kesehatan dasar melalui pendekatan promotif dan preventif. Program ini menitikberatkan pada peningkatan upaya promosi kesehatan, pencegahan penyakit, pemanfaatan teknologi, serta penguatan Integrasi Layanan Primer (ILP) yang melibatkan peran aktif masyarakat dan kerja sama lintas sektor.

βTransformasi tersebut juga mengedepankan pendekatan siklus hidup, mulai dari ibu hamil, bayi, balita, remaja, usia produktif hingga lanjut usia. Selain itu, layanan kesehatan didorong agar dapat menjangkau masyarakat hingga ke tingkat dusun, RT dan RW sehingga pelayanan menjadi lebih dekat, mudah diakses, serta mampu menjawab kebutuhan kesehatan warga secara menyeluruh.
Dalam rapat koordinasi tersebut, hadir Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Majene bersama para camat dari delapan kecamatan se-Kabupaten Majene, yakni Kecamatan Banggae, Banggae Timur, Pamboang, Sendana, Tammerodo, Tubo Sendana, Malunda dan Ulumanda.

Turut hadir pula Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit serta Kesehatan Lingkungan (P2KL), Bidang Pelayanan dan Sumber Daya Kesehatan (SDK), Kepala Instalasi Farmasi Kabupaten (IFK), serta sejumlah kepala puskesmas dari berbagai wilayah kerja, yakni kepala Puskesmas Banggae I, kepalaΒ puskesmas Totoli, kepala puskesmas Banggae II, kepala puskesmas Lembang, kepala puskesmas Pamboang, perwakilan puskesmas Sendana I, kepala puskesmas Tammerodo, kepala puskesmas Sendana II, kepala puskesmas Salubabung, kepala puskesmas Malunda dan kepala puskesmas Ulumanda.
Selain unsur pimpinan dan teknis kesehatan, kegiatan tersebut juga diikuti tiga orang tenaga promosi kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Majene, Pengelola ASPAK, Bendahara Barang, serta Ketua Tim Penggerak PKK dari 10 lokus penerapan Integrasi Layanan Primer (ILP). Kesepuluh lokus tersebut meliputi Kelurahan Pangali-ali, Desa Buttu Baruga, Kelurahan Labuang, Desa Palipi Soreng, Desa Bababulo, Desa Lalatendong, Desa Seppong, Desa Tubo Selatan, Desa Sulai dan Desa Mekkatta.

Kehadiran para Ketua PKK dan tenaga promosi kesehatan dari seluruh puskesmas menunjukkan bahwa transformasi layanan kesehatan tidak hanya menjadi tanggung jawab tenaga medis, tetapi juga memerlukan dukungan kuat dari unsur masyarakat dan pemerintah desa.
βMelalui forum koordinasi ini, para peserta mendapatkan pemahaman yang sama mengenai arah kebijakan Transformasi Layanan Primer sekaligus memperkuat sinergi dalam pelaksanaan Integrasi Layanan Primer di wilayah masing-masing. Posyandu sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat di tingkat desa dan kelurahan diharapkan mampu menjalankan fungsi yang lebih luas, tidak hanya sebagai tempat pelayanan ibu dan anak, tetapi juga menjadi pusat pelayanan kesehatan sepanjang siklus hidup.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Majene, Dra. Hj. Yuliani, M.Adm, menegaskan bahwa keberhasilan Transformasi Layanan Primer sangat bergantung pada kerja sama seluruh pihak, terutama Tim Pembina Posyandu yang memiliki peran strategis dalam mendampingi dan mengawasi pelaksanaan layanan kesehatan di tingkat masyarakat.
ββMelalui rapat koordinasi ini, kami ingin menyamakan persepsi seluruh Tim Pembina Posyandu agar pelaksanaan Transformasi Layanan Primer dapat berjalan secara optimal. Posyandu harus menjadi garda terdepan pelayanan kesehatan yang mampu menjangkau masyarakat hingga ke tingkat dusun, RT dan RW. Dengan dukungan lintas sektor dan partisipasi masyarakat, kami optimistis pelayanan kesehatan yang merata, terjangkau dan berkualitas dapat terwujud di seluruh wilayah Kabupaten Majene,β ujar Dra. Hj. Yuliani, M.Adm.
βLebih lanjut, ia menjelaskan bahwa transformasi layanan kesehatan yang sedang dijalankan pemerintah pusat merupakan langkah besar untuk memperkuat sistem kesehatan nasional dari tingkat paling bawah. Oleh karena itu, diperlukan komitmen bersama agar seluruh kebijakan dan program dapat diimplementasikan secara efektif di lapangan.
βRapat koordinasi ini juga menjadi momentum untuk mengevaluasi berbagai tantangan yang dihadapi dalam pelaksanaan Posyandu dan Integrasi Layanan Primer, sekaligus merumuskan langkah-langkah strategis guna meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat di Kabupaten Majene.
βDengan terselenggaranya kegiatan tersebut, Dinas Kesehatan Kabupaten Majene berharap seluruh unsur yang terlibat dapat semakin solid dalam mendukung transformasi pelayanan kesehatan. Sinergi antara pemerintah daerah, tenaga kesehatan, kader Posyandu, PKK, dan masyarakat diharapkan menjadi fondasi kuat dalam mewujudkan masyarakat Majene yang lebih sehat, mandiri, dan sejahtera.
β

