Publikasi Museum Mandar Majene Melalui Media, Langkah Strategis Tingkatkan Eksistensi Budaya Mandar.

Publikasi Museum Mandar Majene Melalui Media, Langkah Strategis Tingkatkan Eksistensi Budaya Mandar.
Bagikan berita

Majene β€” Sulawesi Barat – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Majene menyelenggarakan kegiatan Publikasi Museum melalui Media cetak dan elektronik yang dilaksanakan di Museum Mandar Majene, Senin, 22 Desember 2025. Kegiatan ini terlaksana berkat dukungan Dana Alokasi Khusus (DAK) Non Fisik BOP MTB Tahun Anggaran 2025 dari Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia.

Kegiatan tersebut berlangsung di museum mandar yang beralamat, lingkungan Timbo-Timbo, Kelurahan Pangali-Ali, Kecamatan Banggae, Kabupaten Majene, dan dihadiri oleh jajaran pimpinan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Majene, pengelola museum, pendamping pemandu museum, serta peserta undangan lainnya.

Turut hadir dalam kegiatan ini Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Majene, Drs. H. Ahmad Jamaan, M.Si, Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Majene, Muhammad Afiat Mulwan, S.T., M.T, Kepala Bidang Pengembangan Kebudayaan, Muhammad Irsan, M.M, serta Kepala Museum Mandar Majene, Suzanna, S.Sos.

Dalam sambutannya, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Majene, Drs. H. Ahmad Jamaan, M.Si, menyampaikan bahwa kegiatan publikasi museum melalui media merupakan langkah strategis untuk meningkatkan eksistensi dan daya tarik museum di tengah masyarakat, khususnya generasi muda.

β€œMuseum tidak lagi dipandang sebagai tempat yang statis, tetapi sebagai ruang edukasi, rekreasi, dan literasi budaya. Oleh karena itu, publikasi melalui media cetak maupun elektronik menjadi sangat penting agar informasi tentang koleksi dan aktivitas museum dapat menjangkau masyarakat luas,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, pengelola museum, serta pendamping pemandu museum dalam menjaga dan mempromosikan warisan budaya Mandar agar tetap lestari dan dikenal secara nasional maupun internasional.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Majene, Muhammad Afiat Mulwan, S.T., M.T, yang juga bertindak sebagai pemateri utama, membawakan materi dengan tema β€œPublikasi Museum melalui Media Cetak dan Elektronik”. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan berbagai strategi publikasi yang efektif, mulai dari pemanfaatan media sosial, hingga kerja sama dengan media massa.

Menurutnya, pengelola museum dan pendamping pemandu museum perlu memiliki kemampuan dasar dalam menyusun informasi yang menarik dan komunikatif agar pesan kebudayaan dapat tersampaikan dengan baik kepada masyarakat.

β€œKemajuan teknologi informasi harus dimanfaatkan secara optimal. Media sosial, website, dan media elektronik menjadi sarana penting dalam memperkenalkan museum sebagai pusat pengetahuan dan identitas budaya daerah,” jelasnya.

Kepala Museum Mandar Majene, Suzanna, S.Sos, dalam kesempatan tersebut menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. Ia berharap kegiatan publikasi museum dapat memberikan dampak positif terhadap peningkatan kunjungan museum serta memperkuat peran museum sebagai pusat edukasi budaya Mandar.

Kegiatan dilanjutkan dengan sesi materi dan diskusi interaktif yang melibatkan pendamping pemandu Museum, Tammalele. Para peserta terlihat antusias mengikuti diskusi dan menyampaikan berbagai masukan terkait pengelolaan serta publikasi museum ke depan.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Majene berharap Museum Mandar Majene semakin dikenal luas, serta mampu menjadi sarana pelestarian dan promosi budaya Mandar yang berkelanjutan melalui pemanfaatan media yang efektif dan inovatif. Rilis (ikhsan)

Ikhsan