Reses di Banggae Timur, Andi Nurul Fathiyah Komitmen Kawal Aspirasi Soal Desil dan Bansos

Bagikan berita

MAJENE, Porossulbar.id – Andi Nurul Fathiyah, S.H., anggota DPRD Provinsi Sulawesi Barat dari Partai Demokrat, melaksanakan kegiatan reses di salah satu kafe dan resto di Lingkungan Lembang Dua, Kelurahan Lembang, Kecamatan Banggae Timur, Kabupaten Majene, pada Senin malam (23/2/2026). Kegiatan tersebut dihadiri ratusan warga yang antusias menyampaikan berbagai aspirasi secara langsung.

Dalam Pemilu Legislatif terakhir, Andi Nurul Fathiyah meraih dukungan signifikan dengan perolehan 22.400 suara dari total 24.252 suara. Politisi asal Kabupaten Majene ini saat ini menjabat sebagai Anggota Komisi II sekaligus Anggota Fraksi Demokrat DPRD Provinsi Sulawesi Barat.

Namun dalam pelaksanaan reses tersebut, Andi Nurul Fathiyah belum dapat menyampaikan sambutan secara langsung karena masih dalam proses pemulihan pasca kecelakaan. Aspirasi dan pernyataannya disampaikan oleh juru bicaranya, Aslan Sidang.

Dalam penyampaiannya, Aslan menegaskan bahwa salah satu isu utama yang menjadi perhatian masyarakat adalah perubahan data desil yang berdampak pada penghentian bantuan sosial (bansos) bagi sejumlah warga di Kabupaten Majene.

β€œPerubahan data desil masyarakat Majene tahun 2025/2026 menyebabkan beberapa warga tidak lagi menerima bansos. Ini terjadi karena adanya pembaruan data sistematis melalui Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional atau DTSEN. Aspirasi ini akan terus kami kawal dan evaluasi di tingkat provinsi,” ujar Aslan di hadapan peserta reses.

Ia menjelaskan bahwa pembaruan DTSEN berdampak langsung pada klasifikasi desil masyarakat. Ketika desil seseorang berubah menjadi 5 ke atas, maka secara otomatis sejumlah bantuan, termasuk kepesertaan BPJS PBI, dapat dinonaktifkan.

Selain persoalan bansos, warga juga mengeluhkan kartu BPJS yang tiba-tiba tidak aktif. Menanggapi hal tersebut, Aslan menyampaikan bahwa kondisi tersebut berkaitan erat dengan perubahan data desil.

β€œBPJS bisa otomatis tidak aktif ketika desil kita berada di angka 5 ke atas. Namun, apabila di kemudian hari masyarakat ingin memeriksakan kesehatannya, silakan tetap ke puskesmas. Sekalipun BPJS tidak aktif, kami akan berupaya membantu,” jelasnya.

Ia juga menambahkan bahwa pihaknya siap membantu masyarakat melalui layanan PSC 119, yakni Public Safety Center yang memiliki dokter aktif selama 24 jam untuk melayani kebutuhan medis warga.

Suasana reses berlangsung dinamis. Warga memanfaatkan sesi tanya jawab untuk menyampaikan berbagai persoalan, mulai dari data kependudukan, bantuan sosial, layanan kesehatan, hingga harapan terhadap pengawasan program pemerintah.

Kegiatan reses tersebut menjadi momentum penting bagi masyarakat Banggae Timur untuk menyampaikan langsung persoalan yang dihadapi, sekaligus memperkuat komunikasi antara wakil rakyat dan konstituennya.

Di akhir kegiatan, Aslan kembali menegaskan komitmen Andi Nurul Fathiyah untuk terus memperjuangkan aspirasi masyarakat Majene, khususnya terkait keadilan data sosial dan keberlanjutan bantuan bagi warga yang benar-benar membutuhkan.

β€œKami hadir untuk mendengar dan memperjuangkan. Semua aspirasi malam ini akan menjadi bahan perjuangan di DPRD Provinsi Sulawesi Barat,” tutupnya.

Ikhsan