Bupati Majene Resmi Tutup Musrenbang Kecamatan Thn 2026, Pentingnya Aspirasi Masyarakat RKPD 2027

Bagikan berita

Majene, Porossulbar.id – 12 Februari 2026, Bupati Majene, Dr. H. A. Achmad Syukri, SE., MM secara resmi menutup rangkaian Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat kecamatan Tahun Anggaran 2026 yang berlangsung di Kecamatan Sendana. Penutupan ini menandai berakhirnya seluruh tahapan Musrenbang kecamatan yang menjadi bagian penting dalam proses penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Majene Tahun 2027.

Kegiatan penutupan tersebut dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Majene, Dr. Hj. Andi Ritamariani Basharoe, M.Pd., anggota DPRD Kabupaten Majene, para asisten dan staf ahli bupati, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), kepala bagian lingkup sekretariat daerah, lurah, kepala desa, serta berbagai unsur tokoh masyarakat.

Dalam sambutannya, Bupati Majene Achmad Syukri menegaskan bahwa Musrenbang merupakan forum strategis yang memiliki peran vital dalam menentukan arah pembangunan daerah.

Menurutnya, Musrenbang tidak boleh dipandang sebagai kegiatan seremonial semata, melainkan sebagai wadah partisipatif yang memungkinkan masyarakat menyampaikan aspirasi, kebutuhan, dan prioritas pembangunan secara langsung kepada pemerintah daerah.

β€œMusrenbang bukan sekadar agenda formal tahunan, tetapi merupakan ruang strategis untuk memastikan pembangunan daerah berjalan sesuai kebutuhan masyarakat. Usulan prioritas dari kecamatan harus menjadi perhatian bersama dan diakomodir dalam RKPD Kabupaten Majene Tahun 2027,” tegasnya di hadapan para peserta Musrenbang.

Bupati menjelaskan bahwa seluruh rangkaian Musrenbang tingkat kecamatan telah dilaksanakan sejak 5 Februari 2026, dimulai dari Kecamatan Tubo Sendana hingga berakhir di Kecamatan Sendana.

Ia mengapresiasi seluruh pihak yang telah berpartisipasi aktif dalam setiap tahapan Musrenbang, sehingga seluruh proses dapat berjalan dengan lancar, aman, dan tertib.

Lebih lanjut, Achmad Syukri menekankan pentingnya komitmen seluruh pimpinan OPD agar benar-benar memperhatikan dan menindaklanjuti usulan prioritas yang telah disampaikan masyarakat melalui forum Musrenbang.

Ia meminta agar setiap OPD memasukkan usulan tersebut ke dalam Rencana Kerja (Renja) OPD Tahun 2027 sebagai bentuk nyata keberpihakan pemerintah terhadap kebutuhan masyarakat.

β€œKami berharap seluruh OPD dapat mengakomodasi usulan prioritas masyarakat secara maksimal. Ini adalah bentuk tanggung jawab kita dalam memastikan pembangunan yang tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Selain itu, Bupati juga berharap dukungan dari anggota DPRD Kabupaten Majene agar usulan prioritas dari masing-masing kecamatan dapat dipertimbangkan dan diperjuangkan melalui pokok-pokok pikiran DPRD sesuai daerah pemilihan masing-masing.

Menurutnya, sinergi antara eksekutif dan legislatif sangat penting untuk memastikan perencanaan pembangunan berjalan efektif dan berkelanjutan.

Wakil Bupati Majene, Dr. Hj. Andi Ritamariani Basharoe, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, juga memberikan dukungan terhadap pelaksanaan Musrenbang sebagai bagian dari proses perencanaan pembangunan daerah yang partisipatif dan inklusif.

Ia menilai keterlibatan berbagai unsur masyarakat menjadi kunci utama dalam menciptakan pembangunan yang merata dan berkeadilan.

Sementara itu, sejumlah tokoh masyarakat yang hadir menyambut baik pelaksanaan Musrenbang dan berharap agar usulan yang telah disampaikan benar-benar dapat direalisasikan dalam program pembangunan ke depan, khususnya yang berkaitan dengan infrastruktur dasar, pelayanan publik, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Penutupan Musrenbang tingkat kecamatan ini menjadi momentum penting dalam proses penyusunan RKPD Kabupaten Majene Tahun 2027.

Dokumen RKPD nantinya akan menjadi pedoman utama pemerintah daerah dalam menentukan arah kebijakan pembangunan, prioritas program, serta alokasi anggaran daerah.

Pemerintah Kabupaten Majene berkomitmen untuk terus memperkuat kolaborasi dan sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan, baik pemerintah, DPRD, maupun masyarakat, guna mewujudkan pembangunan daerah yang lebih maju, mandiri, dan berbudaya.

Dengan berakhirnya rangkaian Musrenbang tingkat kecamatan Tahun 2026, diharapkan arah pembangunan Kabupaten Majene Tahun 2027 dapat dirumuskan secara lebih terarah, tepat sasaran, serta mampu menjawab kebutuhan dan harapan masyarakat secara menyeluruh.

Ikhsan