Harga Elpiji 3 Kilogram Melonjak Hingga Rp30 Ribu, Warga Majene Keluhkan

Majene, Porossulbar.id β Harga gas elpiji subsidi tabung 3 kilogram di sejumlah pengecer di Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, dilaporkan mengalami lonjakan signifikan hingga menyentuh angka Rp30 ribu per tabung.
Kondisi ini menuai keluhan dari masyarakat, khususnya kalangan ibu rumah tangga yang sangat bergantung pada elpiji subsidi untuk kebutuhan memasak sehari-hari.
Salah seorang warga Kelurahan Pangali-Ali, Kecamatan Banggae, Nur, mengungkapkan keresahannya terhadap mahalnya harga elpiji 3 kilogram yang dinilainya sudah tidak wajar.
Menurutnya, selain harga yang melonjak jauh dari Harga Eceran Tertinggi (HET), gas subsidi tersebut juga semakin sulit ditemukan di tingkat pengecer. Sabtu 31/1/2026
βSekarang ini harga gas 3 kilo sudah sampai Rp30 ribu di pengecer. Itu sangat memberatkan kami sebagai ibu rumah tangga. Selain mahal, juga susah didapatkan. Kadang harus keliling ke beberapa tempat dulu baru dapat,β ujar Nur saat ditemui wartawan,
Nur menambahkan, kondisi tersebut dikhawatirkan akan semakin parah menjelang bulan suci Ramadan.
Biasanya, permintaan elpiji meningkat seiring dengan aktivitas memasak yang lebih intens, sementara pasokan justru sering tidak sebanding dengan kebutuhan masyarakat.
βKalau sudah masuk bulan Ramadan, pasti akan semakin susah lagi. Pengalaman tahun-tahun sebelumnya, gas makin langka dan harganya naik terus,β tambahnya.
Lebih jauh, Nur menduga bahwa permasalahan kelangkaan dan mahalnya elpiji 3 kilogram disebabkan oleh penyaluran yang tidak tepat sasaran.
Menurutnya, masih banyak pihak yang seharusnya tidak berhak namun tetap menggunakan gas subsidi, sehingga jatah masyarakat kecil menjadi berkurang.
βKami menduga gas 3 kilo ini tidak tepat sasaran. Banyak yang ekonominya mampu, bahkan usaha-usaha besar, masih menggunakan gas subsidi. Akibatnya, masyarakat kecil justru kesulitan,β ungkapnya.
Keluhan serupa juga dirasakan oleh warga lainnya di beberapa wilayah di Kabupaten Majene.
Mereka berharap pemerintah daerah dalam hal ini instansi terkait dapat segera turun tangan untuk melakukan pengawasan dan penertiban di lapangan, baik terhadap agen maupun pengecer, agar distribusi elpiji subsidi kembali sesuai aturan.
Masyarakat berharap pemerintah tidak hanya melakukan pemantauan harga, tetapi juga memastikan ketersediaan stok elpiji 3 kilogram menjelang Ramadan.
Selain itu, diperlukan langkah tegas untuk memastikan bahwa gas subsidi benar-benar diperuntukkan bagi masyarakat yang berhak.
βKami hanya berharap pemerintah segera mengambil tindakan. Jangan sampai masyarakat kecil terus menjadi korban. Gas ini kebutuhan pokok kami,β pungkas Nur.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak terkait belum memberikan keterangan resmi mengenai lonjakan harga dan kelangkaan elpiji 3 kilogram di Kabupaten Majene.
Warga berharap ada solusi konkret agar harga kembali stabil dan pasokan tetap terjaga, terutama menjelang bulan suci Ramadan. Rilis (ikhsan)
